KAMBING ETAWA

 

 

Beternak kambing Etawa memiliki karakteristik dan cara yang agak berbeda dibandingkan kambing lokal atau jenis lain, karena kambing Etawa (juga dikenal sebagai kambing Peranakan Etawa/PE) adalah jenis kambing perah dan pedaging yang memiliki ukuran besar, telinga panjang, dan nilai ekonomi tinggi.

Berikut penjelasan lengkapnya.

🐐 Perbedaan Kambing Etawa dengan Kambing Lokal

 

Aspek Kambing Etawa Kambing Lokal (misalnya Kacang)
Ukuran tubuh Besar (tinggi bisa 90–120 cm) Kecil (sekitar 60–70 cm)
Produksi susu Tinggi (1–3 liter/hari) Sangat rendah atau tidak disusui
Bobot dewasa Jantan: 90–120 kg, Betina: 60–90 kg Jantan: 25–40 kg, Betina: 20–30 kg
Harga jual Tinggi (bisa jutaan rupiah/ekor) Lebih murah
Tujuan utama Perah dan pedaging (dual purpose) Pedaging
Adaptasi lingkungan Butuh adaptasi, cocok di dataran tinggi atau sedang Sangat adaptif terhadap lingkungan lokal
Pakan Butuh kualitas pakan yang lebih baik Bisa bertahan dengan pakan seadanya

πŸ› οΈ Cara Beternak Kambing Etawa

1. Persiapan Kandang

  • Model kandang : Panggung (untuk kebersihan & menghindari kaki basah)
  • Ukuran : Minimal 1,5 m x 1 m per ekor
  • Ventilasi : Harus cukup cahaya dan sirkulasi udara
  • Kebersihan : Bersihkan kotoran tiap hari, jaga kandang tetap kering

2. Pemilihan Bibit

  • Jantan : Badan besar, sehat, agresif, testis lengkap
  • Betina : Ambing bagus, jinak, sehat, berproduksi baik

3. Pakan

4. Perkawinan dan Reproduksi

5. Perawatan Harian

6. Pemanenan

  • Susu : Diperah 1–2 kali sehari (pagi dan sore)
  • Anakan : Bisa dijual setelah usia 3–4 bulan
  • Daging : Bisa dijual setelah bobot mencapai 25–30 kg

πŸ’‘ Tips Sukses Beternak Kambing Etawa

 

 

Kalau kamu ingin saya bantu buatkan rencana usaha atau rincian biaya awal, tinggal bilang saja ya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *