TARI SAPU TANGAN
Tari sapu tangan adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah pesisir Sumatera, Terutama dari Sibolga di Sumatera Utara, dan juga ada dari Bengkulu.
Tarian ini sering disebut juga dengan nama lain seperti Tari Lenso, dan menggunakan properti berupa sapu tangan atau lenso. Tarian ini bersifat riang dan luwes, dengan gerakan yang dimulai dari penghormatan dan membentuk formasi berpasangan maupun berkelompok.
🌺 Asal dan Latar Belakang
Tari Saputangan berasal dari suku Melayu Deli, salah satu suku besar di pesisir timur Sumatera Utara. Tarian ini sudah ada sejak masa kerajaan-kerajaan Melayu di daerah Deli. Biasanya, Tari Saputangan ditampilkan pada acara penyambutan tamu kehormatan, pesta adat, atau acara kebudayaan Melayu.
🧣 Makna dan Filosof
Saputangan (selendang kecil atau kain persegi panjang) dalam tarian ini melambangkan:
- Kesopanan dan kelembutan hati perempuan Melayu,
- Simbol persahabatan dan kasih sayang,
- Tanda kebersihan hati dan niat baik dalam pergaulan.
Gerakan dalam tarian menggambarkan kehalusan budi, keramahan, dan kecantikan perilaku wanita Melayu yang santun dan anggun.
💃 Gerakan Tari
Gerakan Tari Saputangan halus, gemulai, dan penuh sopan santun.
Ciri khasnya adalah:
- Penari memainkan saputangan di tangan kanan atau kiri dengan gerakan memutar, melambai, atau mengayunkan.
- Ada gerakan seperti menyambut tamu dan berbalas pantun secara gerak.
- Gerak langkahnya kecil dan teratur mengikuti irama musik Melayu yang riang tapi lembut.
Tarian ini bisa dibawakan secara berpasangan (laki-laki dan perempuan) atau oleh sekelompok penari perempuan.
🎶 Musik Pengiring
Tari Saputangan diiringi oleh musik Melayu tradisional, seperti
- Gendang Melayu
- Biola
- Akordeon
- Gong dan rebana
Lagu pengiring biasanya bernada gembira, misalnya lagu-lagu Melayu klasik seperti Lenggang Deli atau Serampang Dua Belas.
👗 Busana Penari
Penari biasanya memakai:
- Busana Melayu tradisional, seperti baju kurung atau baju kebaya labuh,
- Kain songket sebagai bawahan,
- Selendang atau saputangan warna cerah (kuning, merah, atau hijau),
- Dihiasi dengan sanggul dan perhiasan kepala (mahkota kecil) bagi penari perempuan.
🎭 Fungsi dan Nilai Budaya
Tari Saputangan bukan hanya hiburan, tapi juga:
- Sarana penyambutan tamu sebagai bentuk penghormatan,
- Simbol keanggunan budaya Melayu,
- Media pendidikan karakter, terutama tentang kesopanan dan keindahan dalam berinteraksi.
✨ Kesimpulan
Tari Saputangan dari Sumatera Utara adalah tarian tradisional Melayu Deli yang menggambarkan kelembutan, keramahan, dan keanggunan perempuan Melayu. Tarian ini menjadi salah satu warisan budaya penting di daerah Sumatera Utara, yang hingga kini masih sering ditampilkan dalam acara adat dan festival budaya.
Apakah kamu ingin saya bantu buatkan teks narasi atau deskripsi untuk pementasan Tari Saputangan (misalnya untuk tugas sekolah atau acara seni)?
